It's me!

Cara yang sering dilupakan penguna Instagram

Jika melihat kembali pada tahun 2010, perjalanan Instagram saat ini benar-benar fenomenal. Pada Maret 2015, platform sosial tersebutmemiliki lebih dari 300 juta pengguna aktif. Bagian terbaiknya adalah bahwa 90% dari para penggunanya di bawah usia 35 tahun – yang bagi banyak orang adalah audience sempurna untuk mendorong pemasaran mereka. Forrester Research bahkan telah menempatkan Instagram sebagai tool pemasaran online yang paling efektif. Bahkan kontributor Forbes menunjukkan bahwa Instagram adalah “Tool Penjualan yang Paling kuat di Dunia“. Nah, saya kira marketer dengan membaca ini saja sudah akan langsung duduk tegak dan bersemangat untuk membaca lebih lanjut!

Namun, sebelum kita lanjut ke tools yang dapat mempromosikan bisnis Anda, penting untuk dicatat bahwa Instagram adalah platform sosial visual murniIni tidak akan menjadi tempat di mana Anda dapat mempublikasikan link ke produk Anda atau meminta penonton untuk langsung mengunjungi situs Anda. Segala sesuatu yang Anda lakukan akan didasarkan pada kekuatan posting / foto Anda. Di sinilah Anda perlu menjadi luar biasa kreatif.

1. The Rule Of “Raw”

Platform yang khusus dikembangkan untuk visual menjadi tantangan tersendiri. Disinilah pernyataan “setiap foto bernilai 1.000 kata” akan terbuktiSejak diluncurkan, rata-rata follower di Instagram adalah orang yang menghargai seni fotografi. Dan Brand yang mampu meresponnya dengan emotion’ yang tepat dan mengeksplor keindahan foto produk mereka telah mendapatkan manfaat yang cukup atas hal itu. Ini adalah tentang kekuatan emosional yang mendorong pelanggan untuk mengambil keputusan transaksiContoh terbaik di sini yaitu akun Instagram milik Nike dan Starbucks. DI akun Starbucks Anda akan menemukan foto Frappaccinos  dengan pencahayaan yang pas.Dan di Instagram Nike, Anda harus besiap untuk menahan nafsu belanja saat melihat tampilan produk mereka.

2. The Advantage With Hash Tags (#)

Tidak seperti Twitter dan Facebook, Anda tidak bisa hanya melampirkan hyperlink ke posting atau komentar. Hal ini telah menjadi kebijakan Instagram untuk mengurangi friksi.Namun Anda bisa mengakalinya dengan penggunaan hashtagJika Anda pemilik butik, cobalah hashtag #instafashion. Jika Anda adalah produsen olahraga yang baik, cobalah #instafitness atau #instaplay! Hashtags adalah alat yang unik untuk mengumpulkan semua foto (dengan tag yang sama) sebagai bagian dari kampanye pemasaran. Semakin banyak orang menggunakan tag Anda, semakin besar potensi untuk mendapatkan pelanggan baru!

Hashtags juga dapat menjadi cara yang bagus untuk mengarahkan follwer/viewer Anda ke galeri terpisah pada produk Anda. Cukup denganberkomentar dan meminta bertanya dengan hashtag yang sesuai.

3. Respond Back

Memiliki follower yang selalu memperhatikan Instagram Anda saja tidak cukup. Anda juga perlu merespon kembali untuk membantu membangun hubungan jangka panjang yang menguntungkan. Bisa jadi jawaban Anda juga dapat menjadi pancingan agar customer mau melakukan transaksi.

4. Crowd Sourcing

Jika Anda pemilik butik, dan memiliki toko offlineMintalah kepada orang yang masuk butik dan membeli pakaian Anda untuk mengupload  gambar baju tersebut dan di-tag ke akun Instagram Nda, jangan lupa meminta untuk menggunakan hashtag yang sesuai

5. Video

Instagram juga memungkinkan untuk memasang display dengan video! Jika Anda mengatur sebuah event, berikan sedikit bocoran momen di#backstage pada follower Andasehingga mendorong rasa ingin tahu dan dapat mendongkrak penjualan tiket!

 

Leave a Comment

Hi there! Click me or one of my representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat WhatsaApp
en_USEN
id_IDID en_USEN